Kamis, 06 November 2008

Sumpah pemuda

Memperingati hari sumpah pemuda yang ke 80, masih relevan dengan kehidupan saat ini. Tantangan pemuda tahun 1928 sangat jelas yaitu usaha untuk mengusir penjajah dari tanah air Indonesia. Kesatuan dan kekompakan dikalangan pemuda saat itu merupakan kebutuhan yang mendasar dalam mengusir penjajah belanda. Ikrar dan janji pemuda untuk bersatu terpantri dalam sejarah dengan sebutan ”Sumpah Pemuda”. Selanjutnya, Bagaimana dengan pemuda saat ini. Apakah pemuda saat ini masih dalam penjajahan? Apa tantangan pemuda saat ini?. Saat ini pemuda Indonesia masih dalam kondisi terjajah, hanya saja sifat penjajahan saat ini tidak nampak dan tidak terasa kalau kita dijajah. Sarana penjajah modern menggunakan media elektronik , media cetak, politik, dan perdagangan. Target utama penjajah dahulu dengan sekarang tidak jauh berbeda, yaitu pembodohan, pengrusakan budaya, pengerukan kekayaan dan penyebaran faham liberalis dan kapitalis. Dampaknya memang tidak kelihatan sekaligus, tetapi dampak penjajahan modern ini mematikan beberapa generasi berikutnya secara terus menerus.
Kalau kita cermati tayangan media elektronik saat ini, hampir tidak ada muatan yang benar-benar mendidik, apalagi memotivasi pemuda indonesia untuk berpacu dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Bila kita menonton sinetron yang berkualitas jelek, dan rata-rata sinetron Indonesia berkualitas rendah, sebenarnya kita telah termakan oleh penjajah. Kita menonton TV berarti kita telah membeli produk mereka. Coba kita analisa, dalam menenton TV, kita sudah kehilangan banyak waktu, kita kehilangan perhatian kita terhadap tugas yang harus dikerjakan, kita diajari mereka cara makan, cara minum, cara berpakaian, cara berperilaku dan cara-cara lain, yang kita tidak membutuhkan, sebab kita sudah punya cara terbaik dalam segala hal yaitu cara yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Mengapa kita berpedoman pada gaya hidup artis sinetron bukan pada teladan kita nabi Besar Muhammd SAW.
Sumpah atau janji untuk pemuda saat ini memang masih dibutuhkan, dalam rangka untuk memerangi penjajahan budaya saat ini. Hanya saja sumpah dan janji itu harus kita sesuaikan dengan tantangan kita masing-masing. Misalnya untuk siswa, sumpah dan janjinya adalah ” Saya berjanji untuk belajar dengan tekun, saya bersumpah untuk taat kepada Orang tua dan guru, saya bersumpah untuk meraih prestasi yang tinggi, saya bersumpah untuk tidak menggunakan narkoba, saya bersumpah untuk menjalankan agama dengan sebenar-benarnya.” banyak contoh sumpah yang bisa dibuat oleh pemuda saat ini, tetapi yang lebih penting dari sumpah itu sendiri adalah pelaksanaan sumpah itu yang harus kita laksanakan dan kita jaga keajegannya. Sumpah dan janji itu pada prinsipnya adalah sugesti kita pada diri kita sendiri. Apabila sugesti itu hanya mampu masuk telinga saja, maka sugesti itu tidak akan berdampak atau tidak berfungsi. Apabila sugesti itu bisa kita masukkan ke sistem saraf pusat kita, maka sugesti itu akan menjadi sebuah energi yang mampu mendorong kita untuk berbuat. Bagaimana sumpah itu bisa masuk kedalam sistem saraf pusat kita, itu bukan persoalan yang mudah. Harus sering kita ulangi sumpah itu, harus kita renungkan sumpah itu dan harus kita konsentrasikan sumpah itu, supaya sumpah itu bisa berubah menjadi energi gerak, sehingga kita melaksanakan sumpah itu dengan ikhlas dan tanpa beban.

Tidak ada komentar: