Senin, 10 November 2008

Jangan menunda kebahagiaan

Berbahagialah dimanapun Anda berada

Menyedihkan, sebagian besar di antara kita terus menerus menunda kebahagiaan. Banyak orang yang meyakinkan dirinya bahwa” Suatu hari nanti aku akan bahagia,” Kita mengatakan kepada diri kita bahwa kita akan bahagia bila tagihan-tagihan kita sudah terbayar, bila sudah lulus sertifikasi guru, bila sudah mendapatkan tunjangan profesi, bila nanti anak-anak sudah dewasa dan bekerja, atau nanti kalau sudah dapat pekerjaan, bila dipromosikan jadi kepala sekolah. Kita menyakinkan diri kita bahwa hidup akan lebih baik bila kita sudah menikah, punya pekerjaan , punya anak dan seterusnya. Lalu kita menjadi frustasi bila belum menikah, bila belum punya pekerjaan dan frustasi bila belum punya anak. Kapan kebahagiaan itu datang?

Hidup berjalan terus, yang pasti Tidak ada waktu yang lebih baik untuk berbahagia selain saat ini. Bila tidak sekarang, kapan ? Hidup kita akan selalu terisi dengan tantangan-tantangan. Walaupun begitu, yang terbaik adalah mengakuinya dan memutuskan untuk menjadi bahagia. Banyak orang berkata” Saya baru bisa tenang setelah pensiun”. Berarti banyak orang tidak tenang alias tidak bahagia saat ia masih dinas atau saat ia bekerja dulu. Mengapa kita tidak bahagia saat bekerja?. Bekerja bukan untuk mengumpulkan uang banyak, setelah itu kita baru bahagia. Seharusnya saat bekerja itu kita sudah dalam kondisi bahagia. Alangkah indahnya hidup bila setiap saat kita bahagia maka waktu bahagia kita akan panjang dan lama, dibandingkan dengan orang yang menunda kebahagiaan.

Kebahagiaan itu bukan hasil tetapi proses itu kebahagiaan. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan, kebahagiaan itulah jalannya.

Tidak ada komentar: