
Saya pernah mendengar keluhan istri saya, ia mengeluh” Nanti kalau saya menjadi PNS, saya akan senang. Nanti kalau sudah punya mobil bagus, pasti aku akan senang, mungkin akan lebih tenang rasanya kalau rumah ini lebih besar dan indah.” Saya sendiri pernah berpikir, andai aku mengajar di sekolah besar, favorit, dan megah dengan kesejahteraan yang tinggi, mungkin aku lebih bahagia rasanya. Aku dan istriku telah melakukan hal yang salah, yaitu memperpanjang angan-angan.
Sikap mental yang menyatu dalam diri seseorang, sekaligus menghancurkan adalah mengfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan apa yang kita miliki. Tak jadi soal berapa banyak yang kita miliki; kita terus-menerus memperpanjang daftar keinginan, yang tidak menjamin bahwa kita akan menjadi terpuaskan. Pikiran yang mengatakan “ aku akan bahagia bila keinginanku yang satu ini terpenuhi” adalah pikiran yang sama yang akan terulang kembali bila keinginan yang sebelumnya sudah terpenuhi.
Kita ingin ini, ingin itu. Bila tak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita terus memikirkannya, dan kita tetap tak puas. Bila benar-benar mendapatkannya, kita hanyalah menciptakan kembali pikiran yang sama dalam keadaan kita yang baru. Jadi, walaupun memperoleh apa yang kita inginkan, kita tetap saja tidak bahagia. Kebahagiaan tak akan pernah kita temui bila kita selalu merindukan sesuatu yang baru.
Untungnya ada cara untuk menjadi bahagia. Caranya adalah mengubah penekanan pada pikiran kita: dari apa yang kita inginkan menjadi apa yang kita miliki. Dari pada mengharapkan sesuatu yang istimewa dari atasan kita, lebih baik memikirkan sifat-sifat baik yang dimilikinya. Daripada mengharapkan kado istimewa dari pasangan kita, lebih baik memikirkan sifat-sifat yang baik pada dirinya. Dari pada kita berharap bisa berlibur ke Eropa, lebih baik berpikir bahwa betapa nyamannya berada dekat rumah. Daftar kemungkinan ini tak ada habisnya! Setiap kali Anda merasa cenderung terjebak dalam cara berpikir “ aku berharap hidup ini akan lain”’ mundurlah dan kembalilah dari awal. Tarik napas dalam-dalam dan ingat-ingat semua yang kita miliki yang harus disyukuri. Bila kita tidak terpaku pada apa yang kita inginkan, tetapi pada apa yang kita miliki, kita akhirnya akan mendapatkan lebih dari yang kita inginkan. Bila kita memusatkan perhatian pada sifat-sifat baik atasan kita, ia akan menjadi lebih menyenangkan. Bila bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki, bukan mengeluhnya, kita akan bekerja lebih baik, lebih produktif, dan akhirnya mungkin akan mendapatkan penghargaan. Bila memikirkan bagaimana caranya menyenangkan diri dengan berada di sekitar rumah ketimbang menanti-nanti kapan saatnya bisa berlibur ke Eropa, kita akhirnya akan mendapatkan lebih banyak waktu bersenang-senang. Bila akhirnya benar-benar bisa pergi ke Eropa, kita akan bahagia. dan, bila dengan berbagai alasan kita tak dapat pergi ke sana, hidup kita juga akan tetap bahagia.
Buatlah cacatan bagi diri sendiri untuk mulai lebih memikirkan apa yang Anda miliki bukan apa yang Anda inginkan. Bila melakukannya, hidup Anda akan kelihatan lebih baik daripada sebelumnya. Karena barangkali untuk pertama kalinya dalam hidup kita, kita tahu apa artinya merasa puas.