Tak ada yang lebih membantu memperluas sudut pandang kita selain memperbesar rasa peduli kita kepada orang lain. Peduli berarti bersimpati pada orang lain. Dengan peduli kita berusaha menempatkan diri kita pada posisi orang lain, tidak memikirkan diri sendiri dan membayangkan bagaimana rasanya bila kita yang mengalami kesulitan yang dialami orang lain itu, dan sekaligus berbelas kasih pada orang tersebut. Harus diakui bahwa persoalan orang lain, rasa sakitnya dan frustrasinya, persis seperti yang kita rasakan- malahan kadang-kadang lebih parah. Menggakui kenyataan ini dan berusaha menawarkan bantuan, akan membuka hati kita dan memperbesar rasa syukur kita.Rasa peduli dapat dikembangkan dengan melatih diri sendiri. Untuk melakukannya, kita membutuhkan dua hal: niat dan tindakan. Dengan berniat berarti kita ingat untuk membuka hati kita kepada orang lain, menyampaikan apa dan siapa yang jadi persoalan, dari diri kita ke diri orang lain. Dengan bertindak berarti kita” melakukan apa yang harus kita lakukan untuknya.” Anda bisa menyumbang sedikit uang, tenaga atau waktu9 atau kedua-duanya) secara berkala pada hal-hal yang menyentuh hati. Atau mungkin Anda akan tersenyum manis dan menyapa dengan tulus orang-orang yang Anda temui di kantor, sekolah atau dijalanan. Tak penting apa yang Anda perbuat, pokoknya berbuat sesuatu dengan kasih sayang. Seperti kata filosof ” Kita tidak dapat melakukan hal-hal besar di dunia ini. Kita hanya dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta kasih yang besar.”
Rasa peduli akan memperbesar rasa syukur kita dengan cara melepaskan perhatian kita dari hal-hal kecil yang biasanya kita perlakukan dengan serius. Menyisihkan waktu kita untuk memikirkan keajaiban hidup-keajaiban bahwa kita bisa membaca blog ini-anugerah tangan, penglihatan, kesehatan dan karunia lainnya, dapat membantu mengingatkan kita bahwa begitu banyak hal-hal yang kita anggap sebagai ” masalah besar” sebenarnya hanyalah ”masalah kecil” yang kita ubah sendiri menjadi masalah besar”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar