Teknik yang efektif untuk menjadi lebih tenang adalah menyadari bahwa berpikir negatif dan selalu merasa tidak aman akan cepat sekali membuat kita lepas kendali. Pernahkan Anda memperhatikan bahwa betapa tegangnya bila Anda dikejar-kejar pikiran Anda? Dan yang jelas, semakin kita terserap dalam hal-hal kecil yang membuat kita marah atau kecewa, semakin tidak nyaman perasaan kita. Satu pikiran menambah berat pikiran lainnya, dan begitu seterusnya. Sampai akhirnya kita akan mersa sangat tergannggu.Sebagai contoh, Anda seorang meneger di perusahaan atau di sekolah, ketika malam hari terbangun dan teringat bahwa besok akan ada peninjauan perusahaan atau akreditasi sekolah. Anda malah memikirkan teman-teman Anda yang tidak mempersiapkan berkas-berkas untuk keperluan besok, selanjutnya Anda sibuk dengan pilihan-pilihan kata untuk memarahi teman Anda, Anda membanyangkan pembicaraan antara Anda dengan tamu kunjungan atau Asesor sekolah, sehingga membuat Anda semakin cemas, Segera Anda akan berpikir, ” Ya ampun, sibuk betul aku ini. Aku harus mengurus ini, mengerjakan itu, membereskan ini dan itu. Aku benar-benar tidak punya waktu untuk diriku sendiri!” dan begitu seterusnya sampai Anda merasa kasihan pada diri anda sendiri. Yang perlu diperhatikan bahwa Tidak mungkin kita dapat merasakan ketenangan bila kepala kita penuh dengan keprihatinan dan kejengkelan.
Contoh lain, Istriku seorang guru bantu di sekolah swasta, ketika ada berita akan ada pendaftaran CPNS baru dari jalur nan honorer, ia mulai berpikir, menggapa pemerintah tidak mengangkat guru bantu dulu, ia mulai mencaci bupati, diknas, dan presiden. Ia lemas dan tidur-tiduran seharian, bahkan pekerjaan lain yang seharusnya ia lakukan tidak dikerjakan. Ini merupakan bola salju pikiran.
Cara untuk mengatasinya adalah Anda harus segera menyadari timbulnya pikiran-pikiran seperti itu di kepala Anda sebelum pikiran-pikiran itu punya kesempatan untuk berkembang biak lebih jauh. Semakin cepat Anda mengenali tanda-tanda efek bola salju ini, semakin mudah Anda menghentikannya. Dalam contoh guru bantu di atas awal bola salju itu adalah berita akan ada pendaftaran CPNS, timbul pikiran awal kekhawatiran kalau guru bantu tidak diangkat tetapi mengangkat CPNS dari non guru bantu, pikiran kedua timbul prasangka bahwa yang membuat pendaftaran CPNS itu bupati, dan bupati itu yang harus disalahkan, begitu seterusnya. Seharusnya kita berpikir bahwa pendaftaran CPNS itu memang ada tetapi pengangkatan guru bantu juga berjalan sesuai rencana. Apabila itu yang ada pada pikiran istri saya pasti ia tidak merasa jengkel pada bupati, diknas dan yang lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar